Glosarium WordPress
Definisi singkat dan jelas untuk istilah WordPress yang sering kami sebut.
- B
Block Bindings
API yang menghubungkan atribut block ke sumber data seperti post meta atau custom field.
- B
Block Patterns
Tata letak siap pakai yang dapat disisipkan dan diedit oleh editor sebagai unit tunggal.
- B
Block Theme
Tema modern yang seluruhnya dibangun dari blok dan dikonfigurasi melalui theme.json.
- C
Child Theme
Tema kecil yang mewarisi induknya dan menyimpan kustomisasi Anda saat induk diperbarui.
- C
Core Web Vitals
Metrik kinerja Google yang langsung berdampak pada peringkat pencarian: LCP, INP, CLS.
- C
Customizer
UI klasik untuk menyesuaikan warna, header, menu, dan widget dengan pratinjau live.
- G
GPL
Lisensi perangkat lunak yang menjamin kebebasan menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan kode.
- H
Headless WordPress
Menggunakan WordPress hanya sebagai backend konten, dengan frontend terpisah (mis. Next.js).
- H
Hook
Titik perpanjangan di core WordPress: action menjalankan kode, filter memodifikasi data.
- H
Hreflang
Atribut yang memberi tahu mesin pencari versi bahasa mana yang harus disajikan kepada pengguna.
- L
LCP
Largest Contentful Paint — waktu hingga elemen konten utama muncul di layar.
- P
Plugin
Paket kode yang menambahkan fungsionalitas baru ke WordPress.
- R
REST API
Antarmuka HTTP/JSON untuk membaca dan menulis data WordPress dari aplikasi eksternal.
- S
SEO
Praktik meningkatkan visibilitas situs di hasil pencarian organik.
- S
Sitemap
Daftar XML semua URL situs yang ingin Anda beri tahu kepada mesin pencari.
- S
Structured Data / Schema.org
Markup standar yang membantu mesin pencari memahami konten dan menampilkan rich results.
- T
Tema (Theme)
Paket file yang menentukan tampilan dan tata letak situs WordPress.
- T
theme.json
File konfigurasi sentral untuk warna, font, spacing, dan layout block theme.
- W
WooCommerce
Plugin e-commerce open-source resmi untuk WordPress.
- W
WordPress
Sistem manajemen konten (CMS) open-source yang menjalankan lebih dari 40% web.